Live, Love, Learn..



Hi kenalkan.. dia sahabat saya!
Bolehlah ya kasih identitas sebenarnya (ini wujud kebanggaan saya memiliki dia.. kedipin dikit biar ga ngomel2 kalo ntar dia tau ternyata saya dengan blak-blakan menulis tentang dia.. :p )

Namanya Ray! atau setidaknya saya suka sekali memanggil dia dengan nama itu.. Ray yang artinya cahaya.. iya kan?!??

Punya sahabat seumuran udah biasa!
Lebih tua juga biasa!
Ya paling engga umur selisih2 dikitlah.. itu pun sangat biasa!
Tapi status yang diawali hubungan antara guru-dan murid SD.. rasanya ini ga pernah terfikir sebelumnya.

Bicara umur selisihnya lumayan jauh!
Tapi rupanya nyaman tidak menandai batasan umur. Dia bisa hadir pada wujudnya yang tak bisa diduga.

Anak berseragam putih-merah ini makin beranjak remaja, tahun ini tahun terakhirnya mengenakan seragam putih-biru, ga kerasanya yaa Time flies so fast.. entah kejutan apa lagi yang akan dia tawarkan diumurnya yang beranjak dewasa nanti..

Saya ga mau cerita mengenai drama apa yang terjadi diawal kedekatan ini (sudah pernah di tulis pada cerita2 sebelumnya di awal-awal blog ini terbit.. ehehehe.. )

****

Dia anak remaja complicated yang pernah saya temui, selayaknya remaja-remaja yang serigkali galau dengan kehidupan pribadi dan sosialnya.. ya dia pun begitu..

Tapi makhluk ini berbeda..
Dia dengan halus memasuki rongga-rongga hidup saya..
Menarik dan mengulur batasan yang tak biasa
Rasanya selalu sulit untuk tidak peduli
Rasanya hampir selalu mustahil mengabaikannya
Dia.. ya! Dia terlalu istimewa bagi saya..
Dia yang mampu membuat saya melihat hidup dalam perspective yang tidak biasa.

Ahahahahaha... :)))



Read More …


Dear Someone Out There,
I never thought I would be writing you this. I don’t know since when, I fall in love with you, I always find a thousand reasons to be happy and comfortable when I’m talked to you and shared with you, I like the way you shared about your dreams. I like every detail about you and I give you a portion of my life, but I've finally realized something; I couldn't be like this for so long. I wish that we can be a part of each other but I thought there is only in my dream. And finally I want to say thank you for everything we've done. You are  a such an amazing guy that I ever found and I admire you so much. 

Whatever happens, I wish you well. You truly do deserve the best that life has to offer you. Please know that I do love you, I truly wish you the best of luck and happiness in your life. :) 

Sorry for the inconvenience.




No worries, God will fix it...
Read More …

Yara.. itu nama mobil gw, 1 nama pemberian dr seorang teman baik (Sheila). Perjalanan dimulai di 1 minggu sebelum 14 june 2013, sebuah momentum baru bagi hidup gw. 1 langkah berani yang menambah deretan bentang perjalanan yang menjadikan mimpi menjadi nyata, tonggak baru perjalanan yang gw sendiri gtau dimana ujungnya atau akan dibawa kemana.

Menetapkan niat tulus untuk memilikinya adalah mukzizat tiada tara. Tuhan yg sdh memurahkan nikmatnya meninggikan niatnya melancarkan segala urusannya.

Air mata itu pun berbuah bahagia di 14 juni 2013. Semua berbahagia, pandangan2 itu pun kian terasa meneduhkan hati, membanjiri kasihNya yang tak berbatas.

Bukan tanpa usaha, bukan tanpa air mata, bukan tanpa doa..

Thank You Ya Allah..

So what's NEXT?

****





Read More …

by Karen Amstrong
"Ada saat dimana manusia ingin mengenal lebih dekat Tuhannya.. mengetahui sejauh mana eksistensinya. Menelusuri kebenarannya dengan mempelajarinya dari apa yang dilihat, diperdengarkan, dan dirasakannya. Jika Ia benar maka seharusnya apapun yang dilakukan tidak memberikannya keraguan.."


Ini jawaban yang bisa saya kasih setidaknya ketika banyak orang yang mulai wondering sama hobby baca saya. Tidak seperti kebanyakan orang yang menyukai novel-novel fiksi ataupun non-fiksi percintaan. Saya? terbalik. Saya punya ketertarikan pada buku-buku seperti diatas.. Mereka bilang bacaan saya berat. Ya memang.

Sejarah Tuhan, Masa Depan Tuhan, Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan, Buku-buku mengenai cerita sejarah NAZI keruntuhan dan tokoh-tokoh di dalamnya, Teori konspirasi, Perang Salib dan yang lain-lainnya. Menariknya satu dan yang lainnya saling terkait, menelusurinya seperti membuatmu (mau tidak mau) membuka mata akan kehidupan yang tidak sesederhana kelihatannya.

Bagi saya, apa yang saya tahu tidak untuk diperdebatkan, buku hanyalah pengantar menuju Tuhan. Tuhan yang saya imani. Simple aja, jika Dia benar maka seharusnya tidak menjadikan iman saya menjadi ragu. Sekali lagi, saya tidak sedang mencari "kebenaran akan Tuhan" saya hanya ingin lebih mengenal Dia yang saya imani.


Salam Sejahtera Bagi Kita Semua,


Read More …

Selamat hari guru teman2..


Terimakasih untuk malaikat2 kecilku, kalian menyadarkan saya 1 hal; bahwa bekerja bersama anak2 adalah sebuah profesi yang paling membahagiakan bagi saya.. Membawa saya pada takdir hidup yg paling saya syukuri.. 


Thanks students.. 

Salam hangat utk kalian semua.. :)


Untuk seorang murid tercinta yang cahaya hangatnya msh terasa hingga saat ini. Saya msh mau blg makasih.. Be bright n Keep shining wherever u are.. ;)

Read More …

MALU. 
Malu itu adalah 1 kata yg gw rasa, ketika anak2 melihat genangan air mata yang tidak lagi kuat gw tahan. Entah apa yang ada dipikiran mereka saat itu..

Yang pasti hari itu, hari rabu dpertengahan november.. Emosi membuncah.. Menahan ledakannya untuk tetap tertahan di dalam hati tapi ga bisa, dia tidak keluar dalam kata2 makian. Dia hanya keluar dalam genangan rasa perih yg ga bisa ditahan.

Malu, membiarkan diri ini terlihat rapuh tak berdaya.
Ah sudahlah.. Saya berharap mereka mengerti bahwa saya jg manusia biasa sama seperti mereka..
Read More …


Aku masih terdiam hening disudut pilu.
Rasa itu menyeruak kembali.
Teriakan hati yang tak terdengar oleh telinga-telinga manusia.
Kemarahankah ini? Atau kekecewaan pada ekspektasi yang terlanjur dibentangkan tinggi pada ketinggian nurani yang menginginkan kejujuran sikap atas benar dan salah.

Aku bahagia berada disini.
Pada tempat dimana aku berpijak saat ini untuk berkarya dengan harapan-harapan sederhana dimana dunia yang aku cintai tidak lagi dimarginalkan dan dilihat sebelah mata.
Dengan segala slogan "open-minded" nya yang ku kagumi.
Dunia yang aku pikir bisa menjadi kemasan terbaik mengajarkan nilai-nilai hidup sejak dini.

Ya. Kadang harapan tidak seindah kenyataan.
Kadang salah dan benar menjadi bias.

Dimana salahku?
Dimana ketidakmampuanku?
Salahkah aku dengan segala idealisme yang ku pegang teguh.
Kebaikan tidak selalu tentang memuaskan hati semua orang.
Lantas.. Menjadi salahkah aku ketika aku tidak mampu memuaskan keinginan seseorang atau segelintir pihak?
Lantas.. Apakah aku tidak menjadi baik dengan berpegang pada hati kecilku sendiri?

Aku tidak ingin berdiri di batas bias.
Tapi dsinilah aku berada.

Apa yang kamu inginkan sebenarnya dariku?
Menekan intonasi suaraku dan mengizinkanmu berlaku sesukamu?
Menekanku hingga aku mengikuti semua inginmu dan mengabaikan semua kegusaran nuraniku?
Atau mengingikanku menghamba padamu hingga bisa kau tunjukan kepada mereka-mereka diluar sana bahwa kekuasaanmu manjadikan kamu benar atas apapun..
Bahkan atas ketidakmampuanmu sendiri?
Apakah aku dan kebesaran hatiku menggusarkan hidupmu?

Cukup.
Tidak perlu menyakiti dan merasa disakiti.
Tidak perlu merasa menang atau kalah.
Tidak perlu lagi menambah deretan nama untuk dijatuhkan.
Kita berada pada institusi besar.
Institusi dimana nilai-nilai hidup diagungkan dan ditinggikan.
Dan biarkan mereka melihat figur dewasa yang bisa mereka jadikan teladan bagi kehidupan mereka kelak..

Jangan biarkan hati ini diisi kedengkian.
Tidaklah perlu melihatku sebagai seseorang yang harus kau matikan. 
Karna aku punya hak hidup dan berkembang begitu jg kamu..

Jangan membuang waktumu hanya untuk paksa aku meninggalkan kata hatiku.

Jangan paksa aku apalagi menjadikan aku sebagai objek pemuas emosimu belaka.

****
Read More …