Live, Love, Learn..

29 June 2015.

Ketika Jakarta dan kota-kota disekitarnya menjadi terlalu penat untuk ditinggali..
Saya pun melarikan diri.
Menjauh.. Menepi di pulau lain.
Apa bedanya?
Sensasinya.. Sendiri berpetualang ditempat yg saya sendiri ga tau.

Tapi penat tetaplah penat.
Dia lekat.. Dia terlalu dekat.

Sejauh mana manusia mampu melarikan diri hanya untuk bisa jujur pada dirinya sendiri??

Kekuatan apa yg mampu melepaskan belenggu "penyangkalan" pada dirinya yang terlanjur memegang PRIDE sebagai identitas yang dijunjungnya?

Sampai kapan? 

Lelahnya terus tak berkesudahan..
Apa yang diinginkannya?

Merdekakan jiwanya..


****

Day 1. 30 June 2015

Nothing to do..

Mengubur diri dibalik selimut,
Tidak beranjak.. tidak sejengkal pun ingin melangkahkan kaki.
Tidak. Walau pesona Jimbaran dengan segala eksotis matahari tenggelamnya mungkin mempesona.

Ah.. Lagi-lagi seperti tak berhasrat pergi, kecuali 1 hal..
Seseorang yag tiba-tiba mengetuk pintu kamar.. LoL!
Seorang petugas kebersihan yang mau membereskan kamar..
Well, mau ga mau akhirnya pergi juga..
Mendamparkan diri di sisi kolam renang, merebahkan badan dan menahan sengatan matahari jam 3 sore.. Pas untuk melegamkan badan, ditemani beberapa tamu asing yang saya ga ngerti bahasanya..

Hari pertama yang jelas saya gagal untuk ga komen di Fb. Seorang kawan lama yang dulu pernah kerja di SVP, seorang surfer asal Australia buat status di Fb nya; "Apa kabar Bali? Sampai jumpa malam hari ini.." Status yang dituliskannya dari Darwin Airport, Australi sana..


Me : Hi Lis.. Do u remember me? Im in Bali too..
She : Haha.. Of course! I arrive late tonight.. What are you doing tomorrow? Come surfing???? You promised me!


Dan bisa ditebak..
Besok di Kuta kita akan ketemu.. Surfing! Menarik kan?!??

Ya! Hidup memang selalu menawarkan kejutan..

Hari ini belum selesai rupanya..
Sore setelah maghrib, jalan ah.. Benoa Square sepertinya ga jauh-jauh amat..
Betul ternyata! Bahagia nemu plang Burger King disana.. at least saya tau kemana cari makanan yang aman..

Memberanikan diri melangkah lebih jauh dan lebih jauh lagi.. Pantai Jimbaran.
Ga sedekat terlihat dalam google map ternyata.. It takes around 30 minutes to get there.
Lewat jalan sepi.. Yang sumpah ini sepi banget dan bermodalkan hp dan aplikasi google maps & waze'nya yang selalu jadi andalan.

Dipepet motor yang bilangnya mo anter saya.. Yang beberapa meter kedepan terus aja nanya darimana.. dan mau kemana. Sigh! Inget kalo di tempat yang ga kita kenal kudu ramah walaupun annoying..

One to another strangers!

Hidup memang seringkali memabawa kita pada petualangan.
Kali ini saya ga mau berspekulasi, ga mau juga terlalu banyak menganalisa..
Just follow what the heart says..
Dont wanna make it complicated right now.
Pegangannya cuma Percaya! kalo orang baik akan bertemu orang baik..
Dan seberapa pun ga baiknya saya, Tuhan tetap masih akan mempertemukan saya dengan orang baik.
(:

Kejutan apa yang ditawarkan matahari terbit hingga tenggelam esok?

****

Day 2. 1st July 2015

Jika hidup sanggup memberikan kejutan.. Maka, dia pun sanggup memberikan kekecewaan.
Text yang ditunggu tak kunjung datang.

Di sisi lain.. sebuah panggilan telfon berdering..

Marcos Perez; pria asal Brazil dan single. Another strangers yang pernah saya mention kemarin.
Dia memberikan kartu namanya seusai menolong saya kemarin.
Sebagai ungkapan balas budi, saya memang mengirimnya pesan singkat.. "Hi! Thanks for helping me. Again, thanks"
Selepas sms itu saya memang langsung terlelap tak sadarkan diri karena memang lelah.

Menjelang siang itu dia mengajak saya untuk jalan bersama.. Sempet tertarik dengan ajakannya. Namun diakhir saya rasa perlu untuk menolaknya dengan halus. Simple, karena dia mengajak saya menginap di villanya untuk beberapa malam (you know what I think, rite..)
Refer ke tujuan awal saya datang ke Bali adalah untuk semedi, which is artinya sendiri kan! Bukan bermalam dengan orang yang tidak dikenal..

Dia pun tidak tersinggung dengan penolakan itu, sebagai gantinya dia hanya akan mengajak saya dinner setelah dia pulang beberapa hari dari villanya tersebut, dan rasanya saya pun tak keberatan untuk hal tersebut.

Cerita semedi yang diselingi romansa. Its always easy to making friends?! :)

Sore ini, akhirnya saya memutuskan untuk merental sebuah motor.
Dan bisa ditebak kan.. Petualangan dimulai..

Saya ga pernah tau.. Apakah perjalanan ini akan sepadan atau tidak.. *menyapa dari tepi tebing pantai Balangan, Bali*

Pantai ini jauh! Jika kemarin saya bilang jauh dengan berjalan kaki. Hari ini saya bisa sangat pastikan perjalanan itu ga mungkin dengan jalan kaki. Melewati jalan kecil berliku naik dan turun, tidak ada lampu jalan, jauh dari keramaian.. sepanjang pinggiran-pinggiran yang lebih menyerupai hutan.

Menambah kapasitas nyali adalah pilihan utamanya. Selain juga mempertajam feeling dan kemampuan spasial dalam memngingat rute jalan untuk pulang.
Lagi-lagi rasanya ingin menyerah dalam perjalanan yang saya ga tau akan berakhir dimana itu..

Sampai disana pukul 6.30 Syukurlah matahari belum total tenggelam, dia masih menyisakan lembayung jingga yang hangat. Deburan ombak.. saya memilih berada di tepi tebing tinggi menyimak matahari yang kontras dengan pasir putih dibawahnya.

Duduk ditepi tebing persis ditepinya rasanya luar biasa!
Terpaan angin dan sajian pemandangan.. feels so incredible!
Berada di atas membantu kita memahami cakrawala yang lebih luas.
Memahami bahwa untuk bisa sampai dititik tertentu selalu ada yang perlu diperjuangkan bahkan mungkin dalam perjalanannya ada hal-hal yang perlu kita korbankan..



Karena untuk dapat suguhan yang mampu membelalakan mata dan juga hati itu selalu ada harga yang perlu dibayar.. Bukan begitu?


Ga hanya sampai di Balangan, perjalanan lanjut menuju Pantai Kuta! Ahahahaha.. ga ngapa-ngapain disini mah. Cuma pengen nikmatin crowd nya Bali aja.


****

Day 3. 2nd July 2015

Bangun lebih pagi.. mandi, pergi lebih pagi dari 2 hari kemarin. Mengejar waktu pertunjukan teater di GWK (Garuda Wisnu Kencana).. Harga sudah termasuk tiket masuk Rp. 50.000,- untuk pengunjung dewasa lokal. Jam 1 saya pindah area.. Pura Luhur Uluwatu..

Semakin hari perjalanan yang ditempuh semakin jauh..
Jalanan Bali yang cukup bersahabat.. Mulus namun sepi.
Hari ini terlalu lelah.. mungkin karena panas yang menyengat saya mengurungkan diri untuk menikmati sunset di Uluwatu, Bali. Membatalkan juga niat nonton tari kecak di Pura Luhur tersebut dan milih untuk pulang. Selain karena lelah baterai camera yang juga low semakin meyakinkan saya untuk turun.

Entahlah, semenjak berada disini saya hanya merasa perlu melonggarkan kontrol atas diri saya, menikmati hidup dan meyakini bahwa segala sesuatunya sudah ada yang mengatur, cukuplah dijalani dengan baik dengan memegang norma-norma sosial yang wajar. Ga mau terlalu keukeuh sumeukeuh alias kepala batu apalagi hingga memaksakan diri.

Rasanya cukup sukses untuk hal tersebut, tapi failed di sisi yang lain.
Apakah itu?

Menjauh dari media sosial!

Lagi-lagi entah ini sebuah excuse atau bukan..
Saya merasa berbagi adalah kebutuhan dasar saya.
Walau tetap saja nyesel karna ngerasa ga mampu nahan diri untuk posting-posting foto.
Ahahahahaha..

Malem ini saya kangen.. Kangen sama beberapa orang. Jadi, buat kalian yang merasa saya hubungi entah itu lewat bbm/whatsapp.. Ya! kalianlah orang-orang yang setidaknya sudah memberi saya warna dan memberi saya arti lebih di hidup ini. Entah gimana bilangnya.. sebenernya saya cuma mau bilang: Makasih! ; (Another Random Thought Story).

And Good night, everyone.. C u again tomorrow.. ;)

****

Day 4. 3rd July 2015

Pandawa Beach
Jatuh cinta sama pantai ini..
Ya lautnya ya pasirnya, ombaknya landai dan sepinya.. Soooo Peaceful.
Sempat berjam-jam ada disini sebelum akhirnya pindah ke pantai yang lain..

Bali Cliff Beach/Green Bowl Beach

Pernah kepikir akan lewat ratusan anak tangga yang sempit macam ini untuk mencapai sebuah pantai yang konon katanya biasa di pake bule-bule buat surfing?

Ga ada masalah berarti menapaki tangga turun itu.. Viewnya adalah pantai berkarang dengan gua-gua kelelawar dan.. monyet-monyet yang berkeliaran bebas.. Sampai di pantai ya benar aja.. bule-bule berbikini mendominasi pemandangan dibanding turis lokal.. 

Nih penampakannya.. Yang bikin megap-megap ketika pulang.






On the other side, I have good news..
I made appointment with my old friend, Eta!
Bahagia aja sih.. setelah selama ini gw ya takut & segen banget sama dia.
Agak ga berani banyak ngomong sama dia pasca gw resign secara respond waktu gw resign itu yaa ga segitu baiknya menurut gw.

Bahagianya lagi adalah dia nawarin gw ngine dirumahnya.. Ga nolaklah gw! :))
Di Bekasi ga pernah ketemu.. ketemu2nya malah di Bali.. 

Hey U! U made my day.. Thanks!!

Sama 1 lagi, gw punya kenalan baru namanya Byron.. Kita punya janji jalan bareng besok sore tapi belum jelas mo kemana.. Sepertinya akan naik ke wilayah Timur Bali antara sekitaran Ubud, Gianyar atau tanah lot.. Yep! well see.. I don't wanna expect too much this time.. Strangers is just a stranger..

See u tomorrow!

****

Day 5. 4th July 2015. 03:40

Ga bisa tidur.
Keep asking myself.. "Maksudnya Tuhan apa???"
Too much signs.

Bali. Ga ada yang pasti.. Satu-satunya yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri.

Hari ini mau ngenalin kenalan baru.. Byron. Begitu panggilannya.
Dikenalin sama seorang temen and well.. he's nice and we had dinner together at Japanese Restaurant, Seminyak.

So much things to tell but too lazy to publish it.

Oiya, Padang-Padang beach is one and only beach that I visited, today.


****

Day 6. 5th July 2015.



















Read More …

Apalah arti memiliki,
Ketika diri kami sendiri bukan milik kami?

Apalah arti kehilangan,
Ketika kami sebetulnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya.. 
Kehilangan banyak pula saat menemukan?


Read More …

Teman..
Berapa banyak waktu yg telah qt lewatkan bersama?
Berapa banyak senyuman yg telah kau kembangkn dibibirmu?
Berapa banyak tawa mnghiasi hari2 qt?
Berapa banyak amarah yang telah kau tumpahkan?
Berapa banyak kekecewaan yg tak mampu kau tawar dengan perih yg kau rasa?
Berapa banyak air mata yang terjatuh ketika emosi tak mampu redamkan apa yg kau rasa?

Teman..
Aq tahu smua rasa itu..
Aq tahu betul..
Ketika kau merasa spt itu..
Aq tahu rasany ketika kau inginkan aq skedar mendengar apa yg kau rasa..
Aq tahu rasany ketika yg kau butuhkan hany skedar bahu/pelukan utk mbwtmu mrasa sdkit nyaman, atas realitas hdp yg tak mudah kau hadapi..
Aq tahu rasanya ketika aq tak mampu hadir dsetiap rasa yang tercipta sbg wujud ekspresimu atas hidup ini..
Aq tahu, mungkin aq terlalu sibuk hingga seringkali kau merasa ku abaikan..

Aq tahu rasanya..
ketika justru ternyata adalah aq orang yang tak sanggup membwtmu tertawa riang dtengah penat yg kau rasakan..
Aq tahu rasany..
ketika justru adalah aq yg memberimu beban dhari2 beratmu..
Aq tahu rasanya..
ketika justru aq menjadi org yg sangat tdk diharapkan hadir dlm hidupmu..

Aq tahu rasanya..
Sungguh.. Aq tahu rasanya..
Dan itu pula yang kadang aq rasakan terhadapmu..

Tapi apakah kau tahu..
Kalau aq tdk pernah benar2 marah terhadapmu..
Kalau aq tdk pernah benar2 membencimu..
Kalau aq tdk pernah benar2 tdk mengharapkanmu..

Mungkin benar kalau aq kecewa..
Tapi apakah kau tahu..
Kalau kekecewaanku tak pernah benar2 mengurangi artimu dhidupku..

Terlalu banyak hal yg terjadi..
Terlalu banyak hal yg tak mampu dhitung..
Terlalu banyak hal yg tak cukup waktu untuk diungkap..

Bagiku terlalu egois menyimpan sendiri smua yg kurasa..
Aq hanya ingin benar2 kau tahu..
Dan takan kubiarkan kau berlalu tanpa kau tahu apa yang ku rasa..
Bahwa smua ini begitu berarti bagiku..
Bahwa smua inilah yang mendewasakan aq..
Bahwa ini mnyimpan makna dalam bagi hidupku..

Atas segala hal yang pernah terjadi..
Biarkan aq mengucap maaf tulus kpdmu..
Jika ku mampu, akan ku ganti stp perih yg pernah ku hadirkan dlm hidupmu.
Dan jika engkau berkenan..
Biarlah ap yang pernah terjadi menjadi bagian atas milikmu dan miliku saja..
Tak perlu kau simpan lagi perih atasku..
Tak perlu kau ingat lagi kbodohanku yg melukaimu..
Karena aq benar2 inginkan kau..

Selalu menjadi temanku..

Sungguh..

Aq hanya ingin kau tahu itu.


With love,
Read More …

Ku ingin bernyanyi, melekat di telingamu
Bingkai seisi semesta, semua yang bisa bercerita
Ku ingin bernyanyi, melekat di dalam hatimu
Bingkai beragam nada agar semua merdu untukmu

(Merdu Untukmu-Intro, Tulus)


Hi kamu! Taukah kamu apa yang paling membahagiakan bagiku saat ini?

Adalah bisa dekat denganmu.. Berbagi.. Menjadi pundak untuk kepalamu yang tertunduk tak berdaya itu.. Berharap sedikit mampu meringankan beban yang kau pikul dikedua bahumu.. atau setidaknya menjadi pengingat untuk jiwamu yang (kadang-kadang) lupa dengan keistimewaannya.. Walau beberapa kali menjadi air yang membasahi wajahmu, melunturkan make-up dan mempertegas garis penat di wajahmu.


Yaa!
Aq menikmati waktu yang entah akan berakhir kapan..
Atau entah akan berakhir bagaimana..
Entah untuk rentangan yang panjang atau malah hitungan detik yang kita sama-sama tahu dimana batasnya.

Menikmati sebuah perjalanan yang juga entah akan kemana atau akan berakhir dimana dan dengan sedikit banyak berharap bisa memaknai hidup bersama.

Menjadi penikmat hidup dengan segala dinamika dan realitasnya yang seperti memaksa kita untuk terus bergerak.. dan kadang, seperti tidak membiarkan kita mengambil jeda.. Tidak juga seperti membiarkan kita menghela napas meski sejenak.

Menjadi bagian kecil yang berusaha menggores hidupmu dengan segala yang aq miliki..

Seperti kataku; "Bahagia itu sederhana".

Sesederhana hadirnya dirimu..

Dan hadirnya dirimu menyeruak dilorong-lorong jiwa ini, memberi aq sebuah penerimaan tulus tanpa intensi. 

Dan dalam waktunya yang singkat, kamu membuatku tersenyum pada diriku sendiri, menyadari betapa mudahnya dirimu untuk dicintai.. Dan kamu membuatku peduli lebih dari apa yang aq bisa bayangkan.

*****


Selamat ya!
Sebuah kalimat yang mungkin belum aq ucapkan dengan lisanku.
Bahagia bisa menjadi bagian kecil dimana aq bisa hadir menjadi saksi bagaimana dirimu berproses dalam satu penggal cerita kehidupan.

Selamat menikmati peran barunya nanti!
Selamat "bermain" dengan taman bermainmu nanti..

Sesederhana pesanku.. Semoga bisa menjadi asa bagi dirimu sendiri, dan bagi orang-orang disekitarmu..

Dan aq?? Akan menjadi supporter paling setia untukmu..
(untuk yang ini syarat dan ketentuan berlaku loh... ahahahahhaahaha..)

Terimakasih sudah memberi aq ruang arti, membantuku melihat lebih dekat. Merasakan hadir dalam fasenya..

Dan untuk sebuah jiwa yang luar biasa, rasanya tidak adil jika aq tidak memberitahumu ini;

Terimakasih telah menjadi media refleksi aq, menyadari bahwa menjadi hangat untuk orang lain bukan hanya bicara tentang sebuah kontribusi terhadap orang tersebut, tetapi lebih banyak bicara tentang diri sendiri. (:





Full of warm hugs as always.
Laf u..

Read More …

Senja berganti.
Masih saja..
Menyimpan luka terbalut perih dalam isakan tangis tak terdengar.
Menyekap rindu dalam kecewa.
Mengantarkan tidur menuju mimpi panjang.
Dipenggal potongan-potongan memori acak tak beraturan.
Dalam dualisme ego dan harga diri.
Mimpi dan nyata bias diantara keduanya
Kamu dan aku terus melangkah di dua arah.
 Berbeda, bersebrangan..
Menanti satu titik temu dalam diam hening.


Silence can be so noisy.
Reality goes on.
Feelings will fade away.
People change.
Memory still stay!
Everything has its wonders..


Okay,
Penawar mujarab itu bernama waktu.






Read More …

"I will find a way for myself!"

There is no other promises that I can say to you.. At least that's my promise to myself since long time ago. I will not give up on my life, as what u said I'm on the journey. Yeaa! Me too..


Ga cape mikirin orang lain terus?
Ga lelah hidup lu memenuhi ekspektasi orang terus menerus?
Kapan waktunya mikirin diri lu sendiri?
Cha, ini bukan tentang orang lain.. ini tentang diri lu!
Dan gw terlalu peduli untuk bilang semua ini..

Dan kalimat-kalimat lainnya yang membabi-buta menyerang titik-titik vital jantung gw.

One question:

"Do I really really happy with all of this? with the things in my life?? "

If everything is fine, so why I cried when he said those things to me..
Why It hurts me so deep?

Anyway, Thank you for worrying me that much!







Read More …



Hi kenalkan.. dia sahabat saya!
Bolehlah ya kasih identitas sebenarnya (ini wujud kebanggaan saya memiliki dia.. kedipin dikit biar ga ngomel2 kalo ntar dia tau ternyata saya dengan blak-blakan menulis tentang dia.. :p )

Namanya Ray! atau setidaknya saya suka sekali memanggil dia dengan nama itu.. Ray yang artinya cahaya.. iya kan?!??

Punya sahabat seumuran udah biasa!
Lebih tua juga biasa!
Ya paling engga umur selisih2 dikitlah.. itu pun sangat biasa!
Tapi status yang diawali hubungan antara guru-dan murid SD.. rasanya ini ga pernah terfikir sebelumnya.

Bicara umur selisihnya lumayan jauh!
Tapi rupanya nyaman tidak menandai batasan umur. Dia bisa hadir pada wujudnya yang tak bisa diduga.

Anak berseragam putih-merah ini makin beranjak remaja, tahun ini tahun terakhirnya mengenakan seragam putih-biru, ga kerasanya yaa Time flies so fast.. entah kejutan apa lagi yang akan dia tawarkan diumurnya yang beranjak dewasa nanti..

Saya ga mau cerita mengenai drama apa yang terjadi diawal kedekatan ini (sudah pernah di tulis pada cerita2 sebelumnya di awal-awal blog ini terbit.. ehehehe.. )

****

Dia anak remaja complicated yang pernah saya temui, selayaknya remaja-remaja yang serigkali galau dengan kehidupan pribadi dan sosialnya.. ya dia pun begitu..

Tapi makhluk ini berbeda..
Dia dengan halus memasuki rongga-rongga hidup saya..
Menarik dan mengulur batasan yang tak biasa
Rasanya selalu sulit untuk tidak peduli
Rasanya hampir selalu mustahil mengabaikannya
Dia.. ya! Dia terlalu istimewa bagi saya..
Dia yang mampu membuat saya melihat hidup dalam perspective yang tidak biasa.

Ahahahahaha... :)))



Read More …